Pada hari senin 22 April 2013, familiarisasi aplikasi SPAN kepada peserta UAT dilaksanakan di Aula Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Suharman selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan, “Familiarisasi ini merupakan yang kedua dari rangkaian kegiatan familiarisasi yang sebelumnya juga telah dilaksanakan untuk calon pengguna SPAN di KPPN Jakarta II”. Selain lokasi, yang berbeda dari familiarisasi kali ini adalah skenario, peserta, dan suasananya, tambahnya.
Kegiatan diawali dengan overview skenario yang difamiliarisasikan pada kegiatan ini. Ada lima skenario yaitu; tiga skenario untuk proses bisnis KPPN dan dua skenario untuk proses bisnis yang ada di KPPN Khusus Jakarta VI. Untuk skenario proses bisnis KPPN meliputi Skenario Resume Tagihan dengan Sumber Dana PNBP, Skenario Retur Wrong Bank Account, dan Skenario Retur Wrong Bank Account Name. Sementara untuk skenario proses bisnis KPPN Jakarta VI ada Skenario HLN Reksus USD – IDR dan Skenario 1 NOD for ManyWA.
Seusai overview, dilanjutkan dengan sesi praktik. Setiap skenarionya melibatkan beberapa pihak. Seperti pada Skenario Resume Tagihan dengan Sumber Dana PNBP, selain melibatkan pegawai KPPN yang dalam kegiatan ini diwakili KPPN Jakarta II, juga melibatkan unit kerja lain seperti Direktorat Pengelolaan Kas Negara (Dit PKN) terkait cash forcasting dan create BAT fromRKUN to RPK BUN P and Reconciliation, serta Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Dit. APK) Ditjen Perbendaharaan untuk view journal and create report (LRA, LAK, neraca). Pada Skenario 1 NOD for Many WA selain melibatkan pegawai KPPN Khusus Jakarta VI, juga melibatkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang untuk run report daftar WA yang belum mendapatkan NOD, serta terima dan rekam data NOD. Selain itu juga melibatkan Dit. PKN terkait manual bank statement reconciliation dan daily reconciliation report, serta APK yang akan melakukan view journal and create report.
Seorang peserta memberikan komentar terkait jalannya kegiatan ini. “Sebelum familiarisasi ini sebelumnya juga diadakan Training UAT, jadi sudah terbiasa dengan mencoba-coba skenario. Hanya familiarisasi ini lebih dikondisikan seperti UAT” ungkapnya.
SPAN tidak sebatas menciptakan sebuah sistem yang mutakhir, tetapi juga harus bisa diterima penggunanya. Melalui familiarisasi para calon pengguna akan semakin familiar sehingga dapat memahami dan menerima aplikasinya dengan mudah.

